Tanah Harom – Part II

Leave a comment

Melanjutkan postingan sebelumnya tentang kunjungan ke tanah harom yang  diawali dengan berkunjung ke kota Madinah. Pada hari ke -5 , rabu 13 Maret setelah sholat dzuhur dan makan siang, aku beserta rombongan melanjutkan perjalanan ke kota Makkah. Jarak antara Madinah dan Makkah sekitar 5 jam perjalanan dengan bus. Dalam perjalanan Madinah ke Makkah, kami mampir ke Bir Ali untuk mengambil miqot disana dengan sholat 2 rokaat dan niat ihrom di bus dengan dipandu ustadz. Pesan ustad setelah kami niat ihrom, agar memperbanyak talbiyah “Labbaik Allahumma Labbaik” – aku datang memenuhi panggilanMu y Allah, aku datang memenuhi panggilanMu. Dan mewek lagi lha aku, berasa kecil sekali, ada rasa syukur karena akhirnya sebentar lagi bisa berkunjung ke Baitullah dan masjidil harom, juga ada rasa takut ntar bagaimana waktu menjalankan ibadah umroh karena banyak cerita nanti disana bakal dibalas atas apa yang kita lakukan sewaktu di tanah air, y wajar lha kalau aku takut lha wonk sehari-hari  khilafnya banyak banget, masih suka nyinyir, masih suka egois dan tidak sabaran. Jadi sewaktu diperjalanan selain memperbanyak membaca talbiyah, aku juga banyak beristighfar, mohon ampun dan berdoa diberi kelancaran selama menjalankan ibadah umroh. Alhamdulilah akhirnya bisa lebih tenang dengan bertawakal kepada Allah.

Kira-kira pukul 20.30 an rombongan tiba di hotel setelah beristirahat sebentar dan makan malam, kami menuju masjidil harom untuk sholat jama’ ta’khir maghrib dan isya’ dan dilanjutkan dengan ibadah umroh. Rasa syukur tak berhenti aku ucapkan, Alhamdulilah akhirnya  bisa sholat di masjidil harom, Alhamdulilah akhirnya bisa berkunjung ke Baitullah, Alhamdulilah akhiranya bisa memenuhi panggilanMu y Allah. Sewaktu melaksanakan thowaf dan sa’i, aku tidak banyak mengikuti bacaan doa yg diucapkan ustadz karena keterbatasanku dalam memahami doa dalam bahasa arab yang diucapkan ustadz dan aku memilih untuk lebih banyak bertasbih, bertahmid, bertahlil dan beristighfar serta membaca doa sapu jagad selamat dunia akhirat dan berdoa dengan bahasaku sendiri karena  aku merasa lebih khusu’ kalau mengucapkan sesuatu yang aku paham betul maknanya.

Kota Makkah adalah kota yang sepertinya tidak pernah tidur dengan lalu lalang manusia menuju masjidil harom, jam berapapun jalanan kearah masjid sepertinya tidak pernah sepi. Subhanallah banget, begitu berbondong-bondongnya manusia dari seluruh penjuru dunia untuk bisa meramaikan dan beribadah di  masjidil harom, lelaki-lelaki berbaju ihrom sepertinya ada di jam berapapun dan diusia berapapun dari anak kecil yang lucu-lucu sampai bapak-bapak tua renta yang duduk dikursi roda. Disuatu kesempatan aku pernah melihat seoarang bapak yang sepertinya seluruh anggota badannya sudah tidak bisa digerakkan didorong dengan kursi roda, aku melihat matanya yang sepertinya sedang bertasbih dan bertahlil. Melihat pemandangan seperti itu membuat aku merasa merinding dan terharu. Begitu dahsyatnya kekuatan iman seseorang, maka dia akan menafikan segala halangan yang dipunyainya untuk memenuhi panggilan Tuhannya.

More

Tanah Harom – Part I

3 Comments

Alhamdulilah akhirnya niatan untuk berkunjung ke  masjidil harom dan masjid nabawi kesampaian juga, tepatnya tanggal  9 – 18 Maret kemaren. Keinginan untuk pergi katanah suci mendadak muncul diakhir tahun kemaren. Dengan tekad yang agak nekad, aku dan Elly daftar kesalah satu travel haji dan umroh dijakarta timur. Kita berdua berpikir, daftar aja dulu, nanti kalau emang rejeki dan berjodoh pasti ada aja jalannya. Dan Alhamdulilah ternyata kalau memang diniati, ada saja rejeki yang tak terduga hingga kita bisa pergi ketanah harom.

Kalau ditanya gimana rasanya ditanah harom? jawabannya “cepetan pergi kesana, rasakan sendiri kedamaian dan kenikmatan yang mungkin tidak dirasakan ditempat lain”. karena itu yang aku rasakan selama 8 harian disana. Dulu sebelum aku berangkat ke tanah harom sering bertanya, kenapa orang bolak-balik pergi ke Makkah Madinah untuk berhaji dan berumroh padahal kewajiban haji kan hanya sekali dan umroh juga hanya ibadah sunnah, bahkan aku kadang berfikir mereka itu berlebihan. Dan ternyata setelah aku sendiri pergi kesana, aku cabut kata-kata itu, begitu toh rasanya, nikmat dan nyandu abis. Dan setelah hampir seminggu ditanah air aku belum bisa move on,masih terbayang-bayang suasana disana, masih terngiang-ngiang suara imam dan muadzin disana, ahhh aku kangen sekali, pinginnnya bisa sesering mungkin kesana.

Kegiatan disana yang hanya menghabiskan waktu dimasjid, pulang ke hotel buat makan dan istirahat serta sesekali mendengar tauziyah ustadz ditambah terputusnya aku dengan koneksi internet dan social media membuatku seperti hidup didunia yang benar-benar berbeda dari kehidupan sehari-hari. Yang biasanya kalau bangun tidur check timeline, whatsapp dan socmed yang lain. Disana saat bangun tidur cuma ngecheck udah jam berapa, udah saatnya kemesjid atau belum.  Aku  tidak perlu tahu perkembangan kasus Rafi ahmad dan kasus jupe yg dicari-cari polisi😛. Rutinitas selama 8 hari yang seperti itu benar-benar bikin adem dan ngangenin banget.

Perjalanan ke tanah harom, diawali dengan berkunjung ke Madinah dulu. Pertama kali masuk Madinah dan dipandu ustadz untuk membaca doa memasuki tanah harom, aku sudah berusaha untuk tidak cengeng ternyata gagal total, mewek lha diriku waktu menginjakkan kaki  di kota Rosulullah SAW *gak kaki  juga sih, kan masih naik bus :p*. Ada perasaan seperti sedang disambut dan dibacakan salam oleh Rosulullah SAW, mungkin imajinasiku terlalu tinggi tapi itu yang aku rasakan. Air mata kerinduan untuk bertemu Rosulullah SAW semakin tidak terbendung, Allahumma Sholli Ala Sayyidina Muhammad.

More

Til Kingdom Come

Leave a comment

Still my heart and hold my tongue
I feel my time
My time has come
Let me in
Unlock the door
I never felt this way before

And the wheel just keeps on turning
The drummer begins to drum
I don’t know which way I’m going
I don’t know which way I’ve come

Hold my head inside your hands
I need someone who understands
I need someone, someone who hears
For you I’ve waited all these years

For you I’d wait ’til kingdom come
Until my day, my day is done
And say you’ll come and set me free
Just say you’ll wait, you’ll wait for me

In your tears and in your blood
In your fire and in your flood
I hear you laugh, I heard you sing
I wouldn’t change a single thing
And the wheels just keep on turning
The drummers begin to drum
I don’t know which way I’m going
I don’t know what I’ve become

For you I’d wait ’til kingdom come
Until my days, my days are done
And say you’ll come and set me free
Just say you’ll wait, you’ll wait for me
Just say you’ll wait, you’ll wait for me
Just say you’ll wait, you’ll wait for me

 

Tolong Jangan Hakimi Saya

4 Comments

Duuuh judulnya sesuatu banget y  pemirsa;)). Saya tidak sedang nyolong anak ayam kok apalagi nyolong anak orang #eaaa :p.. Emmm sebenarnya saya sedang sedikit kesal dan capek, harusnya gak boleh kesal sih y, wonk bukan masalah hidup dan mati :p tapi namanya juga wanita ada masa dimana wanita lebih gampang tersinggung dan mudah  galau😛, so blame thePMS  #lho selalu saja wanita menyalahkan her period klo lagi kesal, enak y jadi wanita😀 . Okay cukup cari excuse nya, kembali ke topik kenapa saya menulis postingan ini.

Jadi begiini, saya ini adalah wanita single berusia 27 tahun #gakNanyaYa #Biarin😀 , yang tentunya pertanyaan tentang menikah dkk adalah topik yang paling sering untuk ditanyakan, iya wajar kok, saya mengerti, saya sangat memahami kalau wanita yang berusia 27 tahun dan belum menikah dilingkungan saya itu tidak banyak jumlahnya dan saya sudah cukup kebal dengan pertanyaan ini. Saya pun punya jawaban yang menurut saya paling bijak, saya selalu menjawab dengan “Iya doain saja” dengan tak lupa tersenyum manis😀. Ketika pertanyaannya hanya kalimat “kapan menikah?”, saya anggap yang bertanya peduli pada saya dan saya anggap itu doa, tapi ketika pertanyaan itu di iringi dengan kalimat-kalimat lain seperti “makanya jangan pilih-pilh” atau “turunin deh kriteria pria idamanmu” atau “jangan kebanyakan main makanya, pikirin masa depan” atau “jangan terlalu sibuk mengejar materi dan karir” atau “Makanya Ikhtiar dunk”, maka rasanya pingin ambil lakban dan menempelnya tepat di mulut sang penanya -_-“.

More

Saigon Day 3 – tour d City

Leave a comment

Hueee lama sekali postingan ini tertunda, mumpung masih blom lupa semua mari kita lanjutkan postingan-postingan sebelumnya about ngegembel di Saigon.Di hari ke tiga ini, kita city tour aja di Ho chi minh dengan berbekal peta yg dikasih Mr Anh, our guset house owner. Dan baiknya Mr Anh ini juga memberi  arahan jalan paling efektif buat ke tempat-tempat wisata yang kita tuju. Kalau malas jalan kaki sih banyak tour agent yang menyediakan paket one day city tour, tapi kok kalau masih muda dan kaki masih kuat buat bergempor-gempor ria sayang sekali kalo ikutan tour agent, apalagi turis gembel semacam saya ini, sayank banget duitnya buat ikutan tour agent :p. Dengan berbekal peta, air mineral dan kaki yang udah disiapin buat gempor ready to explore d city.

Tujuan pertama kita adalah ke war remnants museum. Museum ini adalah museum yang isinya bekas-bekas peninggalan perang Vietnam.  Banyak barang-barang yang bisa dilihat disni, mulai dari bekas-bekas kendaraan, senjata sampai photo-photo yang menggambarkan keadaan perang dan juga artikel-artikel tentang korban perang. Kita juga bisa berdonasi buat korban perang disini.  Ada juga guillotine yang masih terpasang lengkap dengan pisau-pisaunya. Museumnya tertata rapi dan informatif banget,  sampe-sampe gak kerasa kalau udah lama kita berkeliaran di museum ini. Demi meburu waktu so we move to 2nd destination, reunification palace/independence palace. More

Saigon – cu chi tunnel and Cao dai temple

Leave a comment

Hoi hoi ngelanjutin postingan kemaren, hari kedua kita ikut one day cao dai temple and cu chi tunnel tour, kenapa ikut tour agent? Karena letak cao dai and cu chi tunnel itu jauuuh dari pusat kota saudara-saudara dan klo mo ngeteng kemungkinan jatuhnya lebih mahal dan waktu banyak terbuang karena transportasi umum disini sepertinya gak banyak. So buat kemaslahatan bersama, lebih wise kalau ikutan tour agent  saja :p. Dengan hanya membayar 8 Usd, kita tinggal duduk manis di guest house buat nunggu dijemput bapak travelnya, pesen  tiketnya bisa dari bapak Anh, our  guest house owner, enak kan😀. ada beberapa pilihan  tour,misalnya, one day Mekong river, one day city tour, half day cao dai temple, dll..Jam 8 pagi kita sudah kumpul di ruang tamu, eh ada ababil jerman lucu-lucu lagi nunggu juga, ahay lumayan sarapan mata pag-pagii😀. jam 8.15an si bapak agen datang, dan digiringlah kita ke parkiran Bus.

Selama perjalanan, tour guide kita, Mr Fat Man a.k.a Mr Hai banyak cerita tentang kondisi Vietnam, orangnya lucu dan informative banget jadi tidak rugi ikutan tour ini, dan dia apal angka-angka statistic ckckckck, kayak berapa jumlah kopi yang bisa diekspor Vietnam, berapa jumlah pajak penghasilan yang bisa dikumpulkan pemerintah Vietnam. Mr Hai juga bercerita bahwa di Vietnam itu ada kampong  dimana wanitanya melakukan poliandri, dikampung itu masyarakatnya percaya semakin banyak suami yang bisa didapat maka semakin tinggi status sosialnya,weeew enaknya,pingin *lho😀. Dan uniknya lagi, jumlah suami dalam satu keluarga di representasikan dengan jumlah jendela  dirumah itu, jadi kalau ada rumah jendelanya lima ya berati si wanita yang tinggal disana punya lima suami ^^, dan si wanita kerjanya   cuman duduk-duduk aja dirumah while para suami cari duit buat dia hohohoo mantaap sekali kedudukan wanita disini😀. Pingin banget kesana kalau punya kesempatan ke Vietnam lagi ^^. More

Heading Saigon

Leave a comment

Yuhuuuu kali ini mo berbagi cerita  ngegembel di Saigon….Fuiih, setelah hampir terancam gagal berangkat karena  belum dapat cuti dari tempat kerja baru, but lucky me akhirnya jadi brngkat, tiketnya bisa di reschedule ^^, baiknya air asia tiket promo bisa di reschedule dan yang pada awalnya mau ijin “sakit”  sehari, niat jelek ini pun tidak jadi dilaksanakan, tiba2 pemerintah mengumumkan cuti bersama di harpitnas (hari kejebit nasional) horay, really blessful\^_^/ ..

Jadwal pesawat brngkat hari sabtu pukul 16.35 dari bandara soetta Jakarta.So jumat sore aku berangkat dari Surabaya ke Jakarta dengan kereta bisnis, nyampe dijakarta sekitar jam 7 pagi. Nyampe stasiun Jatinegara mampir dulu dirumah mbk didaerah Cipinang, ngaso-ngaso n minta makan dulu ;))..Habis sholat dluhur n lunch gratis berangkatlah aku ke rawamangun untuk naik Damri ke Soetta. Jam 2 kurang udah nyampe terminal 2. Abie, d one n d only  partner jalan kali ini sudah menunggu di Soetta., weew ternyata terminal 2 ini gede y, maklum sudah biasa dengan bandara Ngurah Rai yang cuman segede kantor bupati :p.  Proses Check in dan pemeriksaan passport berjalan biasa-biasa saja tanpa hambatan apapun. Air Asia berangkat tepat waktu, eh ternyata bnyak juga y yang mau ke Saigon, kirain Saigon bukan destinasi wisata yang popular buat orang indo :p.

Ready to Go yaaaaaaaaaay ^_^

Jam 19.45 mendarat di Bandara Saigon, nama bandaranya blabalabla Tan son airport :p *KicerBacaTulisanVietnam*, bandaranya gak segede bandara Soetta, segede bandara juanda kali y. Dan jam segitu keadaan bandara sepi saudara-saudara. pemeriksaan imigarasi disini cukup cepat, tidak pake ditanya apa-apa passport langsung distempel, yay senangnya nambah stempel di Buku ijo ;)). Setelah dari imgrasi, langsung  mengambil bagasi n surprisingly kok bagasinya tidak dicek sama sekali waktu keluar, diminta tanda bukti klo  punya bagasipun tidak…weeew ini bandara Internasional lho. Agak kaget juga, petugas bandara Saigon ini begitu percayanya ama pengunjung atau malah begitu tidak peduli, entahlah ^^.  Karena sudah malam maka pilihan transportasi yang bisa digunakan  untuk menuju guest house hanyalah taksi, dan berdasarkan  rekomendasi dari blogger- blogger bahwa taksi yang terpercaya adalah vinasun dan Mai Linh, maka aku segera menuju couter  taksi vinasun. Ternyata disana sudah banyak wisatawan terutama dari indo yang antre, padahal counter-counter taksi sebelahnya kosong, kasihan juga mbak-mbak dan mas-mas counter taksi lain yang pada berteriak  “this is same, only 7 dollars, same… same….”, tapi dasarnya kita orang Indo sudah sering ditipu dinegri sendiri kali y jadi penawaran mbak-mbak itupun gak ada yang memperdulikan, padahal sepertinya emang sama saja, tapi akupun tidak berani mencoba untuk naik taksi lain :p. Untuk mengantarkan kedaerah Pham Ngu Lao, tariff taksinya 7 USD, sepertinya sih tariff taksinya flat untuk daerah-daerah di distrik 1. More

Older Entries

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 117 other followers